Perhumas Muda Bandung Resmi Serah Terima Kepemimpinan untuk Periode 2026-2027
MATA BANDUNG - Perhumas Muda Bandung (PMB) Kabinet Revoria resmi menuntaskan masa kepengurusannya selama satu periode melalui kegiatan serah terima jabatan yang digelar di Gedung Dekanat Lantai 8 Universitas Islam Bandung, 28 Februari 2026. Momentum tersebut menjadi penanda berakhirnya periode 2025-2026 sekaligus awal kepemimpinan baru untuk periode 2026-2027.
Kegiatan mengusung tema “Transition of Leadership: New Leader, New Energy, Greater Impact.” dan dihadiri anggota PMB, perwakilan BPC Perhumas Bandung, perwakilan Perhumas Muda Pawitandirogo, serta tamu undangan dari pihak eksternal PMB.
Acara diawali dengan sambutan Ketua Perhumas Muda Bandung Kabinet Revoria, Rana Alifah. Ia berharap kepengurusan selanjutnya dapat terus dibersamai dengan baik dan menghadirkan lebih banyak inovasi bagi organisasi.
Wakil Ketua I BPC PERHUMAS Bandung, Dr. Ir. Yuni Mogot, M.Si., CPR.
Opening speech disampaikan Dr. Ir. Yuni Mogot, M.Si., CPR., selaku Wakil Ketua I BPC PERHUMAS Bandung yang mewakili Ketua BPC PERHUMAS Bandung, Dr. Indra Ardiyanto, M.I.Kom. Dalam pesannya, ia menekankan bahwa PMB memiliki posisi strategis dalam pengembangan talenta kehumasan. “PMB dapat menjadi laboratorium dan inkubator dalam bidang kehumasan, profesi humas di Bandung.”, jelasnya.
Pernyataan tersebut mempertegas peran PMB sebagai ruang pembelajaran dan kaderisasi bagi insan humas muda di Kota Bandung, terutama di tengah dinamika komunikasi publik yang terus berkembang.
Baca Juga: Perhumas Bandung Gelar Pelatihan PR Digital, Ungkap Strategi Bangun Reputasi di Era Serba Viral
Prosesi serah terima jabatan Perhumas Muda Bandung di Gedung Dekanat Lantai 8 Universitas Islam Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat, 28 Februari 2026.
Akuntabilitas Melalui Laporan Pertanggungjawaban
Rangkaian acara dilanjutkan dengan pembacaan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) oleh masing-masing pengurus PMB. Penyampaian laporan menjadi bentuk akuntabilitas Kabinet Revoria selama satu periode sekaligus refleksi atas capaian program kerja yang telah dijalankan.
Prosesi serah terima jabatan kemudian dilakukan langsung oleh Ketua dan Wakil Ketua Perhumas Muda Bandung periode 2025-2026, Rana Alifah dan Naura Jannah Rahmadyah. Momentum tersebut berlangsung khidmat sebagai simbol estafet kepemimpinan yang berkesinambungan.
Dalam kesempatan tersebut, Rana menyampaikan refleksinya selama berproses di organisasi. “Selama tiga tahun berproses di PMB, saya merasa organisasi ini menjadi bagian penting dalam perjalanan saya,” tutur Rana.
Naura Jannah Rahmadyah juga menyoroti dinamika perubahan yang dihadapi selama masa kepengurusan. “Banyak perubahan yang kami pikir tidak bisa kami lakukan, tetapi atas dukungan pengurus PMB sendiri bisa berjalan dengan baik.”
Foto bersama setelah prosesi serah terima jabatan Perhumas Muda Bandung di Gedung Dekanat Lantai 8 Universitas Islam Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat, 28 Februari 2026.
Sementara itu, Ketua Bidang Rekrutmen Bidang Rekrutmen sekaligus Pembina Perhumas Muda Bandung, Haryadi Mujianto, SE., MM., M.Si., mengungkapkan kebanggaannya atas kinerja Kabinet Revoria selama satu periode. Ia juga menyampaikan harapan agar kepemimpinan baru mampu menjaga dan melanjutkan ide-ide yang telah dirintis sebelumnya.
Dalam sambutannya yang dibacakan Wakil Ketua I BPC PERHUMAS Bandung pada acara pada acara serah terima jabatan tersebut, Ketua BPC Perhumas Bandung, Dr. Indra Ardiyanto, M.I.Kom., menegaskan bahwa regenerasi bukan sekadar agenda seremonial. Ia menyebut proses estafet kepemimpinan sebagai momentum strategis untuk memastikan kesinambungan gagasan dan energi baru dalam organisasi.
Ia menyampaikan apresiasi atas dedikasi Kabinet Revoria selama satu periode. Menurutnya, setiap program, diskusi, dan kolaborasi yang telah dilakukan menjadi investasi jangka panjang bagi masa depan profesi humas di Bandung.
Dr. Indra juga mengingatkan bahwa Perhumas Muda memiliki peran penting sebagai laboratorium kepemimpinan dan inkubator talenta komunikasi. Di tengah tantangan dunia Public Relations yang semakin dinamis, ia menilai dibutuhkan insan humas muda yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga kuat dalam etika dan karakter.
Ia berpesan agar kepengurusan yang baru menjaga integritas, membangun kolaborasi, serta terus belajar agar mampu menghadirkan dampak sosial yang nyata melalui praktik kehumasan yang profesional.
Dengan berakhirnya kepengurusan periode 2025-2026, Perhumas Muda Bandung resmi memasuki babak baru di bawah kepemimpinan Neng Nada Salsabila dan Daniel Hartanto untuk periode 2026-2027.




