Presiden Ukraina Copot Menteri Pertahanan, Kritikan Mengemuka
Fakta Baru - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mencopot Menteri Pertahanan Mykhailo Fedorov dalam perombakan kabinet yang menuai kritik dari berbagai kalangan, termasuk mitra internasional dan masyarakat sipil.
Awal Kejadian
Fedorov mengumumkan pengunduran dirinya melalui Telegram, mengungkapkan bahwa masa jabatannya merupakan sebuah kehormatan. Selama enam bulan memimpin kementerian, ia mendapat apresiasi luas atas upayanya dalam mereformasi sektor pertahanan dan menekan praktik korupsi.
Perkembangan
Dalam pesan perpisahannya, Fedorov menyampaikan sejumlah capaian selama menjabat, termasuk menonaktifkan akses Starlink untuk pasukan Rusia, mempercepat pengadaan drone, serta mengisolasi wilayah Krimea. Ia mengklaim langkah-langkah tersebut telah menghemat anggaran negara hingga miliaran dolar. Pada hari terakhirnya, Fedorov juga mengungkap keberhasilan uji coba rudal balistik Ukraina, yang diklaim telah meningkatkan akurasi dan mengurangi biaya produksi.
Pencopotan Fedorov memicu reaksi keras dari para pendukungnya. Serhii Sternenko, mantan ajudan Fedorov, menilai reformasi yang dijalankan terhambat. Politisi oposisi Iryna Gerashchenko juga mempertanyakan keputusan tersebut, menyebut Fedorov sebagai satu-satunya penunjukan yang masuk akal dari Zelenskyy.
Kondisi Terakhir
Keputusan ini terjadi bersamaan dengan pengunduran diri Perdana Menteri Yulia Svyrydenko dan adanya spekulasi mengenai posisi baru Fedorov di kabinet. Gelombang dukungan terhadap Fedorov juga terlihat di media sosial, dengan banyak warganet menyatakan kekecewaannya. Wakil Direktur lembaga think tank Politika, Artem Bronzhukov, menilai pergantian menteri pertahanan di tengah situasi perang adalah langkah yang tidak lazim.




